Tanpa basa-basi lagi, inilah cerpenku...
Kau Tak Dapat Menghilang dari Hidupku
Dulu, kau tawarkan janji manismu,
Dan kusambut itu dengan segenap hatiku,
Saat itu, kukira kita akan
selalu bersama,
Kukira kamu akan selalu
berada disisiku,
Aku tak pernah menyangka
kamu akan pergi meninggalkanku.
…………………___…………………
Namaku
Yuzuki Moritake, jika ditulis dalam kanji, ‘Yuzuki’ berarti bulan yang lembut
dan ‘Moritake’ yang berarti hutan bambu. Aku adalah seorang siswi SMA Kaijo, kelas 11-3. Aku hanyalah seorang
siswi SMA biasa yang mempunyai kehidupan sama seperti siswi SMA lainnya. Tapi ada
satu hal yang membedakanku dengan teman-temanku, yaitu aku tidak mempunyai
seorang pacar. Teman-temanku selalu memintaku untuk segera menemukan pacar baru
dan melupakan masa lalu yang mengesalkan bagiku. Tapi aku sama sekali tak bisa
melupakan ‘dia’, pacar pertamaku yang telah berjanji akan selalu bersamaku.
Tapi kenyataannya, dia telah memutuskan hubungan denganku beberapa bulan
setelah dia pindah ke Kyoto. Dan yang paling menyedihkan adalah aku sama sekali
tidak tahu apa salahku sehingga aku dicampakkan olehnya.
“Yuzuki, kau sudah selesai piket, belum?”, tanya salah satu sahabatku, Misaki Kiyomizu, “iya, ini sudah selesai”, jawabku. “Sebelum pulang kita mampir ke toko buku di depan stasiun ya” ajak Nanako Kobayakawa, sahabatku. “Ok,hmm…, besok sore ada fesitval musim panas di pinggir sungai dekat sekolah kan? Kita pergi bersama ya!” ajakku.
“TIDAK BISA!!” jawab Nanako dan Misaki serentak.
”Maaf Yuzuki, aku ada kerja sambilan, jadi tidak bisa menemanimu pergi”, jelas Nanako. “Ah.., aku lupa kalau Nanako ada kerja sambilan, tapi Misaki kan tidak kerja sambilan besok sore .
”Oh, sebenarnya aku akan pergi ke festival musim panas dengan pacarku, heheheheh”jawab Misaki.
“Misaki jahat, kenapa kau malah pergi dengan pacarmu terus sih, huh, menyebalkan, sekali-kali pergi ke festival musim panas bersamaku donk” rengekku.
“Yuzuki, kalau kau kesepian cari pacar baru saja” usul Misaki. Mendengar perkataan Misaki itu aku langsung terperanjat, “huh, aku tidak butuh pacar!” jawabku tegas.
Saat aku sedang memasukan buku dan bersiap untuk pulang, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang masuk ke kelas. “Nakamura kau belum pulang ya?” tanya Nanako.
Shigeru Nakamura adalah teman sekelasku yang sangat keren, ia juga seorang ketua di klub judo sekolah kami, sehingga banyak perempuan yang menyukainya. “Aku ada latihan judo sampai jam 4 sore” jawab Shigeru sambil tersenyum, “kalau begitu kau harus semangat ya”, kataku, “iya,uhmm..,Moritake apa kau mau pergi denganku ke festival musim panas besok?” Tanya Shigeru.
“Eh, aku..,uhm..”, kataku tergagap, aku tak menyangka Shigeru akan mengajakku ke festival musim panas besok. “Tentu saja Yuzuki mau, iya kan Yuzuki?” Tanya Misaki, menyela pembicaraanku. “Kalau begitu besok aku tunggu jam 4 sore,ya!” kata Shigeru. “Wah, bukankah ini hal yang bagus, Yuzuki? Aku tak pernah menyangka kalau Nakamura Shigeru, cowok paling keren di sekolah ini akan mengajakmu pergi ke festival musim panas.” Kata Nanako
Keesokan harinya saat aku sedang dalam perjalanan menuju festival musim panas, aku melihat seseorang yang berwajah mirip dengan cinta pertamaku,Tatsuya Kirihara, tanpa kusadari seketika itu juga aku langsung mengejarnya ke dalam kerumunan orang yang juga akan pergi menuju festival musim panas. Aku terus mencari dan mencarinya, karna akhirnya aku tak dapat menemuinya, aku pun langsung menangis. Walaupun aku sudah berusaha melupakan Tatsuya, entah kenapa hatiku terasa sakit seperti tersayat-sayat.
“Moritake, kau kenapa?Apa kau sakit?”,tanya Shigeru yang tanpa kusadari telah berada disampingku.”Iya, aku nggak apa-apa, kok, ayo kita berangkat” jawabku berusaha untuk tersenyum.
“Eh, iya” jawab Shigeru, aku dapat melihat raut wajah Shigeru yang sepertinya sangat mengkhawatirkanku. Hari itu aku sangat senang dapat pergi dengan orang yang sangat baik ini, tapi entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku.
…………………___…………………
“Selamat
pagi, Yuzuki” sapa Nanako, “ selamat pagi” balasku. “ Hei kenapa kau tampak
pucat?” Tanya Misaki penasaran, “ ah iya, matamu juga bengkak lho. Kau nangis
semalaman ya ?” Tanya Nanako, baru sadar akan keadaanku yang kurang sehat.
“Sebenarnya kemarin aku melihat seseorang yang mi…” kata-kataku terhenti saat mendengar teriakan teman-temanku yang sangat tidak jelas karena diucapkan bersamaan. Nanako dan Misaki pun langsung berlari keluar kelas untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Karena penasaran, aku coba bertanya kepada salah satu teman sekelasku “Ayame, apa kau tau apa yang sedang terjadi?” tanyaku penasaran, “sebenarnya kelas kita kedatangan murid baru, kudengar dia menjuarai tournament nasional judo tahun lalu, kalau tak salah namanya Tatsuya Kirihara.” Jawab Ayame.
Seketika itu juga badanku kaku dan keringat mulai bercucuran dari kepalaku.“Bagaimana bisa begini? Kenapa harus dia?” pikiran it uterus berulang di pikiranku.
Kriingg..krinnngg.. kriingg…
Tanda bel masuk telah berbunyi.“Anak-anak, seperti yang telah kalian ketahui, kita telah kedatangan murid baru, tolong perkenalkan dirimu.” Kata Pak Riku, wali kelasku.
“Namaku Tatsuya Kirihara, mulai saat ini aku akan bersekolah disini.” Kata Tatsuya. “Kirihara, tempat dudukmu di belakang Moritake” kata Pak Riku kepada Tatsuya.
“Apa? Duh kenapa hari ini aku sungguh sial?” tanyaku dalam hati.“Moritake, kau tidak ikut kegiatan klub apa-apa, kan?Pulang sekolah nanti, ajak Kirihara berkeliling sekolah ya”, minta Pak Riku.
“Yup,
permintaan Pak Riku tadi telah menambah daftar kesialanku hari ini”, pikirku.
…………………___…………………
Kriingg..kkringg..kriinng…
“Ukh..., sudah pulang, kalau begitu aku harus segera mengajak Tatsuya
berkeliling sekolah” bisikku sedikit kesal. “Tatsuya, sudah lama tak bertemu
ya, ayo kita segera berkeliling sekolah.” Ajakku sambil pura-pura
tersenyum.Tapi entah kenapa Tatsuya langsung melihatku dengan wajah yang sangat
dingin.“Murakami, kau mau tidak mengantarku keliling sekolah?” Tanya Tatsuya,tak mengindahkan ajakanku, “ehm.., boleh saja sih” jawab Murakami. Akhirnya mereka berdua pun meninggalkanku sendirian.
“Apa-apaan dia?Padahal aku sudah memberanikan diri mengajaknya” kataku marah-marah.Dalam perjalanan pulang, aku tanpa sengaja melihat Shigeru yang sedang berlatih judo.Ya, Shigeru benar- benar terlihat sangat keren.Aku mencoba melihat lebih dekat dan tanpa kusadari, ada seseorang yang menjegal kakiku.Akupun kehilangan keseimbangan dan langsung terjatuh.
“Oh, maaf kami nggak sengaja” ,kata beberapa cewek dengan wajah mereka yang sinis.Sepertinya mereka adalah kakak kelasku.“Ah, lihat, bajumu kotor.Sini aku bersihkan” kata salah satu kakak kelasku yang bermata sipit sambil menyiramku dengan seember air.
“Kenapa kalian melakukan hal ini?”,tanyaku sambil berusaha bangkit, ”Kau jangan pura-pura nggak tau deh” kata kakak kelasku yang berambut hitam dan pendek, “kau pergi dengan Nakamura Shigeru ke festival musim panas kemarin, kan?” sambungnya.
“Memangnya kenapa?”,tanyaku, seketika itu juga kakak kelasku yang berambut hitam bergelombang menarik kerah bajuku dan menggenggamnya, “kuberi tau ya, jangan pernah dekati Shigeru lagi, atau kau akan menyesal” katanya.Setelah mengatakan hal itu, mereka semua pergi meninggalkanku sendirian.
“Akh, apa-apaan mereka itu? Padahal aku dan Shigeru kan tidak punya hubungan apapun” Kataku sambil mencoba untuk menahan tangisku dan membersihkan lumpur yang menempel di seragamku, walaupun itu sia-sia.
“Hei, kau tak apa?”,tanya seseorang sambil menepuk pundakku dari belakang. “Eh.., aku..”,kata-kataku terhenti ketika melihat seseorang yang berada di hadapanku itu.
“Tatsuya?? Kenapa dia berada disini?? Atau jangan-jangan tadi dia melihat wajahku yang ingin menangis dan sekarang ingin meledekku, ya??”,pikiran negatif itu terus terulang di kepalakku.
“AKU TAK APA-APA KOK!!!”,kataku lantang.Tapi sepertinya Tatsuya tak mengindahkan perkataanku dan terus mencari sesuatu di dalam tasnya.
“Ini, pakailah!!”,katanya sambil memberiku sebuah t-shirt berwarna merah. “Eh, tapi..”,kataku berusaha menolak. “Seragammu kotor, kan? Dan kau tidak mungkin pulang dengan seragam yang kotor dan basah seperti itu” katanya menjelaskan.
“Kenapa dia melakukan ini? Padahal dikelas dia sama sekali tak pernah mengindahkanku”,pikirku sambil terus menatap Tatsuya. “kenapa kau malah melamun sih? Ayo cepat pakai!!”,kata Tatsuya.“Iya iya, aku pakai bajunya”,kataku sambil memakai baju Tatsuya.
“huffttt.., kau benar-benar lucu memakai baju itu, hahahaha”, kata Tatsuya, tak bisa menahan tawanya, ketika ia melihatku mengenakan bajunya yang terlihat sangat longgar di tubuhku. “Hei, sudah jangan tertawa terus!” kataku marah. “Heheheh..,iya iya, kau juga jangan mudah marah donk”kata Tatsuya sambil menyentuh kepalaku dengan lembut.
“eh..,ah..,aku...”, entah kenapa aku merasa gugup dengan sikap Tatsuya yang mendadak berubah menjadi sangat baik ini. Tanpa kusadari seluruh wajahku memerah dan hatiku berdebar sangat kencang.Karena aku takut Tatsuya menyadari tingkahku yang aneh itu, aku pun langsung berlari meninggalkannya.
“Aduh, aku kenapa sih? Kenapa saat melihat senyum Tatsuya yang sudah lama tidak ia perlihatkan kepadaku, hatiku menjadi tak karuan begini?Atau jangan-jangan aku masih menyukai Tatsuya?”pikirku, sambil berlari menuju rumah.
…………………___…………………
TO BE CONTINUE
Tolong kritik dan sarannya!! :)